Au pair (Part. 2) Mengurus VISA & keberangkatan

/ 1:12 PM
Mengurus Dokumen

Setelah mendapat Host Family di negara tujuan, langkah selanjutnya adalah mengajukan aplikasi VISA. Untuk negara Swedia sendiri mengurus visa Au pair sangat lah mudah. Kalian hanya perlu mengajukan aplikasi secara online di website imigrasi Swedia. Jika semua dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap, kalian hanya perlu melampirkan scan/foto semua dokumen dan mengisi data-data yang diperlukan dalam formulir yang ada di website untuk mengajukan visa Au pair. Proses pembayarannya pun dilakukan secara online dengan kartu kredit berlogo VISA atau Mastercard. Tahun 2015, ketika saya mengajukan aplikasi visa untuk Au pair di Swedia biayanya adalah 1000 SEK (Sekitar Rp 1.600.000)

Dokumen-dokumen yang dibutuhkan:
    • Passport
    • Kontrak kerja (Dikirim oleh Host family)
    • Bukti pendaftaran kursus bahasa Swedia di kota tujuan (Dikirim oleh Host family)
Setelah semua dokumen dilampirkan, kalian juga masih perlu mengisi data-data dalam formulir seperti motivasi menjadi au pair, rencana setelah selesai Au pair dsb. Tidak perlu khawatir, isi saja semua data-data yang dibutuhkan dengan jujur dan apa adanya.

Setelah proses pembayaran selesai, kalian akan mendapatkan Control Number yang dapat kalian gunakan untuk mengecek status aplikasi. Walaupun di website tertera waktu yang dibutuhkan adalah 2-4 bulan, proses pengajuan Visa Au pair untuk Swedia semakin panjang sekarang ini. Saya sendiri membutuhkan waktu 5,5 bulan hingga mendapat kabar bahwa aplikasi Visa Au pair saya diterima. Harus kalian catat, di Swedia ada 2 libur panjang yaitu libur musim panas dan libur musim dingin (Christmas) dimana sebagian besar pegawai imigrasi akan mengambil jatah libur mereka, sehingga proses visa pun semakin panjang.

Pihak imigrasi Swedia akan mengirim email bahwa aplikasi kalian sudah selesai diproses, dan kalian akan diminta untuk menghubungi kedutaan Swedia yang ada di Indonesia untuk mengetahui apakah aplikasi Visa kalian diterima atau ditolak. Setelah menghubungi kedutaan besar Swedia di Indonesia melalui telepon, kalian harus segera membuat janji di kedutaan besar Swedia yang ada di Jakarta untuk pengambilan sidik jari dan foto yang dibutuhkan untuk proses pembuatan kartu resident permit. Setelah proses pengambilan sidik jari dan foto, kalian hanya tinggal menunggu sampai resident card kalian dapat diambil, waktu yang dibutuh kan kira-kira 1 sampai 2 minggu. Lagi, setelah imigrasi mengirim kabar bahwa resident permit (visa) kalian sudah dapat diambil, kalian harus tetap membuat janji untuk mengambilnya.

  • Keberangkatan
Kalian tentunya sudah harus mulai mencari-cari tiket pesawat ke negara tujuan. Dulu, karena kota tujuan saya adalah Malmö di Swedia, saya memilih untuk terbang ke kota Copenhagen di Denmark. Dari Copenhagen saya lalu melanjutkan perjalanan ke Malmö dengan kereta yang kira-kira menghabiskan waktu sekitar 30 menit. Karena Swedia termasuk negara Schengen, Resident permit kalian dapat digunakan di seluruh negara Schengen. Copenhagen dan Malmö pun hanya dipisahkan oleh jembatan Øresund. Dari Copenhagen airport pun ada akses langsung kereta menuju Malmö. Tentunya lebih praktis daripada mendarat di Malmö Airport yang jaraknya kurang lebih 1 jam menggunakan bus.

Untuk maskapai sendiri, saya menggunakan Etihad airlines dengan 2 kali transit, di Abu Dhabi dan Dusseldorf sebelum mendarat di Copenhagen. Tidak ada masalah apapun selama penerbangan. Ingat untuk berpakaian sesuai dengan musim, karena pada saat musim dingin, suhu disini sangatlah dingin.

Semoga bermanfaat, jika ada pertanyaan silahkan tarus di kolom komentar di bawah ini. Saya akan membuat postingan khusus untuk pertanyaan-pertanyaan yang masuk.

Thank you for reading :)
Ira
Mengurus Dokumen

Setelah mendapat Host Family di negara tujuan, langkah selanjutnya adalah mengajukan aplikasi VISA. Untuk negara Swedia sendiri mengurus visa Au pair sangat lah mudah. Kalian hanya perlu mengajukan aplikasi secara online di website imigrasi Swedia. Jika semua dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap, kalian hanya perlu melampirkan scan/foto semua dokumen dan mengisi data-data yang diperlukan dalam formulir yang ada di website untuk mengajukan visa Au pair. Proses pembayarannya pun dilakukan secara online dengan kartu kredit berlogo VISA atau Mastercard. Tahun 2015, ketika saya mengajukan aplikasi visa untuk Au pair di Swedia biayanya adalah 1000 SEK (Sekitar Rp 1.600.000)

Dokumen-dokumen yang dibutuhkan:
    • Passport
    • Kontrak kerja (Dikirim oleh Host family)
    • Bukti pendaftaran kursus bahasa Swedia di kota tujuan (Dikirim oleh Host family)
Setelah semua dokumen dilampirkan, kalian juga masih perlu mengisi data-data dalam formulir seperti motivasi menjadi au pair, rencana setelah selesai Au pair dsb. Tidak perlu khawatir, isi saja semua data-data yang dibutuhkan dengan jujur dan apa adanya.

Setelah proses pembayaran selesai, kalian akan mendapatkan Control Number yang dapat kalian gunakan untuk mengecek status aplikasi. Walaupun di website tertera waktu yang dibutuhkan adalah 2-4 bulan, proses pengajuan Visa Au pair untuk Swedia semakin panjang sekarang ini. Saya sendiri membutuhkan waktu 5,5 bulan hingga mendapat kabar bahwa aplikasi Visa Au pair saya diterima. Harus kalian catat, di Swedia ada 2 libur panjang yaitu libur musim panas dan libur musim dingin (Christmas) dimana sebagian besar pegawai imigrasi akan mengambil jatah libur mereka, sehingga proses visa pun semakin panjang.

Pihak imigrasi Swedia akan mengirim email bahwa aplikasi kalian sudah selesai diproses, dan kalian akan diminta untuk menghubungi kedutaan Swedia yang ada di Indonesia untuk mengetahui apakah aplikasi Visa kalian diterima atau ditolak. Setelah menghubungi kedutaan besar Swedia di Indonesia melalui telepon, kalian harus segera membuat janji di kedutaan besar Swedia yang ada di Jakarta untuk pengambilan sidik jari dan foto yang dibutuhkan untuk proses pembuatan kartu resident permit. Setelah proses pengambilan sidik jari dan foto, kalian hanya tinggal menunggu sampai resident card kalian dapat diambil, waktu yang dibutuh kan kira-kira 1 sampai 2 minggu. Lagi, setelah imigrasi mengirim kabar bahwa resident permit (visa) kalian sudah dapat diambil, kalian harus tetap membuat janji untuk mengambilnya.

  • Keberangkatan
Kalian tentunya sudah harus mulai mencari-cari tiket pesawat ke negara tujuan. Dulu, karena kota tujuan saya adalah Malmö di Swedia, saya memilih untuk terbang ke kota Copenhagen di Denmark. Dari Copenhagen saya lalu melanjutkan perjalanan ke Malmö dengan kereta yang kira-kira menghabiskan waktu sekitar 30 menit. Karena Swedia termasuk negara Schengen, Resident permit kalian dapat digunakan di seluruh negara Schengen. Copenhagen dan Malmö pun hanya dipisahkan oleh jembatan Øresund. Dari Copenhagen airport pun ada akses langsung kereta menuju Malmö. Tentunya lebih praktis daripada mendarat di Malmö Airport yang jaraknya kurang lebih 1 jam menggunakan bus.

Untuk maskapai sendiri, saya menggunakan Etihad airlines dengan 2 kali transit, di Abu Dhabi dan Dusseldorf sebelum mendarat di Copenhagen. Tidak ada masalah apapun selama penerbangan. Ingat untuk berpakaian sesuai dengan musim, karena pada saat musim dingin, suhu disini sangatlah dingin.

Semoga bermanfaat, jika ada pertanyaan silahkan tarus di kolom komentar di bawah ini. Saya akan membuat postingan khusus untuk pertanyaan-pertanyaan yang masuk.

Thank you for reading :)
Ira
Continue Reading

Sebenarnya saya sudah mengetahui program Au Pair ini sejak SMA. Saya juga sudah sering membicarakan program Au pair ini kepada teman-teman saya. Bagi yang belum mengetahui program Au pair, silahkan dibaca terlebih dahulu penjelasannya disini. Intinya adalah tinggal dalam satu keluarga di Eropa dengan menjadi pengasuh anak dan bagian dari keluarga itu sendiri tentunya dengan imbalan uang saku serta sandang pangan dan papan. Bagi saya untuk dapat tinggal di Eropa tidaklah mudah. Jangankan untuk tinggal, untuk liburan beberapa hari pun sepertinya masih belum mampu. Dapat beasiswa untuk sekolah pun rasanya tidak mungkin, tapi selama masih memiliki keinginan apa pun pasti dapat diwujudkan walaupun dengan bersusah payah.

Awalnya, negara tujuan saya adalah Amerika Serikat. Tapi karena proses yang rumit dan sedikitnya kesempatan untuk pergi ke sana akhirnya saya pun memutuskan memilih negara Scandinavia (Sweden, Denmark & Norway) serta Netherland & Belgium. Alasannya, sebagian besar warganya sangat fasih berbahasa Inggris, jadi tidak membutuhkan sertifikat kemahiran bahasa sama sekali untuk mengajukan visa.

Tidak seperti negara Jerman dan Perancis, tidak banyak keluarga yang mencari Au pair  dari ke lima negara tersebut. Jadi untuk mendapatkan keluarga yang akan menerima saya adalah sebuah perjuangan. Total waktu saya untuk bisa berangkat dari awal pencarian adalah 1 tahun. 6 bulan mencari keluarga dan 6 bulan lagi proses interview sampai mendapatkan visa dan akhirnya berangkat.

Ngomong-ngomong, sebelum mendapatkan keluarga yang dengan mantap menerima saya, saya telah mengirim lebih dari 200 aplikasi kepada keluarga-keluarga di AuPairWorld.com dan juga beberapa interview lewat Skype. Tentu sebagian besar menolak saya karena saya belum memiliki pengalaman dibidang childcare dan alasan-alasan lain. Tapi akhirnya saya mendapatkan respon positif dari satu keluarga yang tinggal di Malmö, Swedia. Dari awal tukar-menukar email dan interview lewat Skype, keluarga ini sudah memperlihatkan ketertarikannya terhadap saya. Setelah mantap saya pun mengurus Visa sesuai kontrak yaitu hanya 6 bulan dari 1 Januari hingga 30 Juni. Walaupun maksimal durasi untuk Au pair adalah 1 tahun.

Ternyata proses pembuatan Visa Au pair untuk negara Sweden sangatlah mudah, hanya saja memakan waktu yang sangat lama. Biasanya hanya dibutuhkan waktu paling lama 2 bulan untuk memperoleh Visa Au pair di negara-negara lain. Tapi saya baru memperoleh Visa tersebut setelah hampir 5 bulan dari pertama kali mengajukan Aplikasi. Sempat deg-degan karena khawatir pengajuan Visa saya akan ditolak, tapi ternyata kesempatan untuk mendapatkan penolakan sangatlah kecil.

Setelah mendapat kabar dari kedutaan Swedia di Jakarta bahwa Visa saya sudah di-approve saya pun buru-buru memesan tiket pesawat berangkat. Karena kota tujuan saya adalah Malmö, maka saya memesan tiket pesawat ke Copenhagen, Denmark. Dari Copenhagen ke Malmö hanya berjarak kurang dari 30 menit. Saya pun tiba di Swedia pada tanggal 25 Maret 2016.

To be continue...

Au Pair (Part. 1)

by on 11:20 AM
Sebenarnya saya sudah mengetahui program Au Pair ini sejak SMA. Saya juga sudah sering membicarakan program Au pair ini kepada teman-te...

It's almost a year since I arrived in Sweden. I feel like I'm not ready to go back home, to leave so many amazing things and to only bring a thousand of memories about things I never did before, places I never knew I would like so much, friends whom I spent so much time with, all the craziest and embarrassing experiences that I don't want to regret, first kiss, first love and every weekend, a lessons that changed my life forever. I will miss this city when I leave and it's only 1 month left since I started to write this blog.

I recieved so many messages asking why am I here and what do I do. I'm already so tired to answer all that kind of questions. But I want everyone to know because to be honest it really is an adventure for me. So for the next post, I will explain how I started this Au pair program and how it really works for me. I will try to write everything in decent Indonesian Language so it's easier for me and anyone to translate it. So for anyone who liked my post on instagram, gave a comment on facebook and texted me a very nice messages, I really appreciated you and I write this blog for you. Follow my journey!

March 22th 2017, Kiruna, Sweden
- Ira -



Introduction

by on 7:09 AM
It's almost a year since I arrived in Sweden. I feel like I'm not ready to go back home, to leave so many amazing things and t...