Sebenarnya saya sudah mengetahui program Au Pair ini sejak SMA. Saya juga sudah sering membicarakan program Au pair ini kepada teman-teman saya. Bagi yang belum mengetahui program Au pair, silahkan dibaca terlebih dahulu penjelasannya disini. Intinya adalah tinggal dalam satu keluarga di Eropa dengan menjadi pengasuh anak dan bagian dari keluarga itu sendiri tentunya dengan imbalan uang saku serta sandang pangan dan papan. Bagi saya untuk dapat tinggal di Eropa tidaklah mudah. Jangankan untuk tinggal, untuk liburan beberapa hari pun sepertinya masih belum mampu. Dapat beasiswa untuk sekolah pun rasanya tidak mungkin, tapi selama masih memiliki keinginan apa pun pasti dapat diwujudkan walaupun dengan bersusah payah.

Awalnya, negara tujuan saya adalah Amerika Serikat. Tapi karena proses yang rumit dan sedikitnya kesempatan untuk pergi ke sana akhirnya saya pun memutuskan memilih negara Scandinavia (Sweden, Denmark & Norway) serta Netherland & Belgium. Alasannya, sebagian besar warganya sangat fasih berbahasa Inggris, jadi tidak membutuhkan sertifikat kemahiran bahasa sama sekali untuk mengajukan visa.

Tidak seperti negara Jerman dan Perancis, tidak banyak keluarga yang mencari Au pair  dari ke lima negara tersebut. Jadi untuk mendapatkan keluarga yang akan menerima saya adalah sebuah perjuangan. Total waktu saya untuk bisa berangkat dari awal pencarian adalah 1 tahun. 6 bulan mencari keluarga dan 6 bulan lagi proses interview sampai mendapatkan visa dan akhirnya berangkat.

Ngomong-ngomong, sebelum mendapatkan keluarga yang dengan mantap menerima saya, saya telah mengirim lebih dari 200 aplikasi kepada keluarga-keluarga di AuPairWorld.com dan juga beberapa interview lewat Skype. Tentu sebagian besar menolak saya karena saya belum memiliki pengalaman dibidang childcare dan alasan-alasan lain. Tapi akhirnya saya mendapatkan respon positif dari satu keluarga yang tinggal di Malmö, Swedia. Dari awal tukar-menukar email dan interview lewat Skype, keluarga ini sudah memperlihatkan ketertarikannya terhadap saya. Setelah mantap saya pun mengurus Visa sesuai kontrak yaitu hanya 6 bulan dari 1 Januari hingga 30 Juni. Walaupun maksimal durasi untuk Au pair adalah 1 tahun.

Ternyata proses pembuatan Visa Au pair untuk negara Sweden sangatlah mudah, hanya saja memakan waktu yang sangat lama. Biasanya hanya dibutuhkan waktu paling lama 2 bulan untuk memperoleh Visa Au pair di negara-negara lain. Tapi saya baru memperoleh Visa tersebut setelah hampir 5 bulan dari pertama kali mengajukan Aplikasi. Sempat deg-degan karena khawatir pengajuan Visa saya akan ditolak, tapi ternyata kesempatan untuk mendapatkan penolakan sangatlah kecil.

Setelah mendapat kabar dari kedutaan Swedia di Jakarta bahwa Visa saya sudah di-approve saya pun buru-buru memesan tiket pesawat berangkat. Karena kota tujuan saya adalah Malmö, maka saya memesan tiket pesawat ke Copenhagen, Denmark. Dari Copenhagen ke Malmö hanya berjarak kurang dari 30 menit. Saya pun tiba di Swedia pada tanggal 25 Maret 2016.

To be continue...

Au Pair (Part. 1)

by on 11:20 AM
Sebenarnya saya sudah mengetahui program Au Pair ini sejak SMA. Saya juga sudah sering membicarakan program Au pair ini kepada teman-te...